koyimatu

Review kota 1: Osaka

In りょこう = jalan2 on 2011/03/12 at 2:05 pm

Akhirnya saya berani juga untuk keluar kota Kanazawa sendiri. Dengan bermodal rasa tidak takut & juhachikippu(tiket 18). juhachikippu adalah promo yg dikeluarkan Japan Railway di musim liburan. Dengan 11.500 yen, kita mendapatkan 5 kali free pass naik kereta JR selama sehari. Bisa digunakan seorang tuk 5 hari, atau bersama-sama 5 orang dalam 1 hari.

Oke dimulai saja perjalannya. Perjalanan ke osaka memakan waktu sekitar 5,5 jam menggunakan kereta JR, itupun harus ganti2 kereta dan menunggu kereta berikutnya datang. Menunggu itu memang tidak menyenangkan, di Fukui menunggu sekitar 52 menit. daripada luntang-lutung ga jelas di stasiun, jalan2 lah ke luar stasiun. Dengan modal arah random, beruntung menemukan kuil, foto2 ah disana. Ada hal yg unik di Fukui, yaitu kereta dalam kota. Keretanya seperti bis berjalan di jalan raya, namun tetep di atas rel. kereta dalam kota ini juga berenti di lampu merah. unik memang, baru pertama liat :D

Sampai di Osaka. Karena cuma punya waktu 3 jam saja, biar bisa ngejer kereta yg nyampe Kanazawa jam 10 malam. Hal pertama yg dicari adalah restoran. Berharap nemu sukiya mau makan gyudon, ga nemu2, nemunya restoran sejenisnya yg lebih murah. Selesai makan, jalan bentar, tiba2 ketemu dong sukiya :) )

Sudah makan pulang. kagak lah, ngapain klo cuma makan doang jauh2 ke sukiya. Lanjut jalan, sekitar stasiun aja. Nemu banyak tempat hiburan dan itu dikumpulin. Satu blok isinya pachinko semua, blok lain isinya game center, blok lain isinya tempat ga bener ;|

Tujuan awal ke Osaka adalah iseng ke Pokemon center, tapi lupa nyatet alamatnya #gubrak. Yg diinget ada di gedung hankyu blablabla. Nemu gedung hankyu center, masuklah. Karena gedungnya tinggi, mungkin pokemon center ada di salah satu lantai. kelilinglah naek eskalator sambil baca2 lantai tersebut isinya apa. Lantai 1 & 2 food & cake, lantai 2 ladies **, lantai 3 ladies**, lantai 4 ladies **, sampe lantai 9 isinya ladies blabla. lantai 10 & 11 isinya event dan barang kerajinan. Busyet gedung 11 lantai, 7 lantai barang cewe semua, ga ada lantai buat cowo apa.

Tak terasa hampir 2 jam muter2 ga jelas doang. di jam terakhir akhirnya masuk ke kerumunan orang baris. Kirain ada apaan, ternyata ngantri masuk ke toko otaku bernama animetake. Tidaaaaakkkkk, isi dompet berkurang drastis disana -__-  Toko ini gila, masuk aja ngantri, bayar pun ngantri ampe keluar tokonya. Satu kata “Busyet”

Sekarang cerita suasana kota Osaka. kotanya padat, susah cari tempat bersantai di pinggir jalan. Nyebrang jalan aja ampe harus diatur ama petugas, biar ga macet. Satu aturan penting di Osaka, jika naek eskalator ambil lajur kanan untuk diam. lajur kiri adalah lajur untuk orang yang buru-buru, berjalan di eskalator.

Sekian dan terima kasih. Akhirnya ngeblog lagi :D

putih-putih memesona

In jepang on 2011/01/21 at 8:44 pm

Bagi saya sebagai orang Indonesia, makhluk tropis, musim dingin merupakan salah satu musim yang paling dinanti. Karena ada benda putih nan memesona bernama salju, yang tidak akan kita jumpai di negeri tercinta Indonesia. Silahkan tanya pada orang Indonesia yang berkesempatan ke negara 4 musim, biasanya mereka sangat penasaran akan salju. Ada yang berkhayal bentuk salju itu mirip es serut, mirip kapas, atau mirip tepung. Nah bingung kan. Sulit sekali mendeskripsikan salju.

Saat salju mulai turun pertama kalinya, orang-orang tropis sibuk berfoto-foto (termasuk saya :D ). Walaupun salju yang turun cuma setinggi 5 cm, namun saya senang. Sekarang salju sudah setinggi 60 cm.

Namun, bagi warga Jepang atau pun orang asing yang sudah tinggal cukup lama di Jepang, salju merupakan masalah tersendiri. Karena jalanan dipenuhin salju, lalu lintas sangat sulit jika jalanan tertutup salju. Untunglah pemerintah Jepang rela membuang-buang air dan kendaraan untuk membersihkan salju. Cara kerjanya, jika salju turun maka air akan menyemprot dari jalan. Terus tiap pagi-pagi buta, ada pekerja yang menjalankan kendaraan pembersih salju.

Kemarin, tepatnya 20 Januari 2011. Saya, Gia dan Nyayu diantar pulang oleh tutor baik hati dan cukup baik berbahasa Inggris yang bernama Bang Hashimoto. Lho koq pake “bang”? gapapa biar enak nyebutnya si abang aja. Kita berempat jalan kaki ke parkiran, kiri kanan kulihat salju setinggi 30 cm. Sampi di parkiran dan menuju mobil si abang, mobilnya tertutup salju & jalan keluanya di penuhin salju. Saya pun bantu membersihkan salju dari mobil dengan sapu khusus dan membuat jalan keluar dengan modal sekop. Dan akhirnya kita keluar dari parkiran.

Di perjalanan saya jadi kepikiran, gini yah resiko punya mobil di musim dingin, harus olahraga pagi dan sore buat nyingkirin salju. Lumayan pegel juga sih. Terus teringat pesen si bang Hashimoto sebelum salju turun: “Kamu akan suka salju cuma 3 hari, maksimum satu minggu, setelah itu kamu akan membencinya. Karena suhu dingin, malas keluar. Jika harus keluar pun harus menyingkirkan salju terlebih dahulu.”

Namun hingga saat ini saya belum membenci salju. Saya suka salju. Salju yang banyak dan tebal. Suhu toleransi tubuh saya pun meningkat, disaat yang lain sudah menggunakan pakean 4 lapis bahkan lebih, saya masih pake 3. Jika suhu sangat buruk (angin kencang) baru pakai 4 lapis. :D

Kusuka kamu karena dirimu sangat memesona, putih-putih memesona, itulah salju.

Shirakawa-go dan Takayama

In りょこう = jalan2 on 2011/01/18 at 6:48 pm

1 Januari 2011,  beberapa orang Indonesia di Kanazawa mengadakan perjalanan mengisi liburan tahun baru. Di dukung oleh Hikmah tour & travel :D , tujuan perjalanan kali ini adalah Shirakawa. Tiba-tiba yang terbesit di kepala saya adalah Arakawa Under the bridge, sebuah manga-anime romantis-kocak.

Kembali ke shirakawa. Shirakawa berada di antara prefektur Gifu dan Toyama di bagian utara Jepang. Shirakawa adalah salah satu world heritage yang ada di Jepang. Hal yang unik dari Shirakawa adalah bentuk rumahnya. namun setelah melihat foto2 dari shirakawa, ternyata saya tidak banyak memotret bentuk rumahnya T.T  Mungkin foto yang ini cukup memberi gambaran >Narsis mode<

bentuk rumah di shirakawa

Shirakawa berada di gunung, sehingga salju yang meliputinya cukup tebal untuk ukuran awal januari di Jepang. Kalo mau foto-foto salju yang bagus, Shirakawa bisa dijadikan acuan :D

Setelah puas di Shirakawa, kami berangkat menuju Takayama (gunung tinggi) . Berbeda dengan Shirakawa-go yang merupakan pedesaan yang asri damai dan tenang dan benar-benar objek wisata, Takayama adalah perkotaan yang sudah cukup ramai. Namun keduanya memiliki persamaan berada pada ketinggian yang hampir sama.

Yang menurut saya cukup aneh di Takayama adalah jam tutup toko yang terlalu cepat. jam 5 sore semua toko sudah tutup. jadi kami cuma menikmati sebentar keindahan takayama.

suasana jalan di takayama

Di Shirakawa dan takayama ada boneka lucu bernama “Sarubobo”. ternyata boneka ini adalah jimat dan khasiat jimatnya tergantung pada warna boneka sarubobo tersebut.

penampakan sarubobo

Setelah malam tiba, perjalanan berakhir, kami kembali ke kota tercinta Kanazawa. Terim kasih buat mba Hikmah yang sudah mengadakan tur ini. Tur ini sangat menghibur kami (khususnya saya) yang kesepian tahun baru tidak pergi ke luar kota. Matur nuwun.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.